Rabu, 30 November 2011

UANG



PENGERTIAN UANG
Uang hampir tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Setiap orang memerlukan uang. Dalam perekonomian modern, uang dapat diibaratkan sebagai bahan bakar yang diperlukan untuk menggerakkan mesin perekonomian. Tanpa uang, perekonomian modern tidak bisa berjalan.
Walaupun sering memerlukan uang dan mengenal baik wujud uang, kebanyakan dari kita kurang memahami apa sebenarnya pengertian uang? Apa yang membedakan suatu benda itu berfungsi sebagai uang dan bukan uang?
Berikut ini ada beberapa pengertian uang dari berbagai ahli.
Menurut R. J Thomas mengatakan bahwa “ money is something that is readily ang generally accepted by public and payment for goods, services, and other valuable assets and for the payment for debt”. Artinya, uang adalah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembayaran utang, jasa, dan barang berharga lainnya, dan untuk pembayaran utang.
Sir Dennis Holme Robertson mengatakan bahwa “money is something accepted in payment for goods”. Artinya, uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang.
Dari definisi yang dikemukakan para ahli terebut dapat disimpulkan bahwa definisi uang adalah suatu benda yang dengan mudah dan umum diterima oleh masyarakat untuk pembelian barang dan jasa, barang berharga lainnya, dan pembayaran utang.
FUNGSI UANG
Fungsi uang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan

Fungsi asli uang terdiri dari 2, yaitu

1. Sebagai alat satuan hitung atau pengukur nilai  (measure of relative value)
Setiap barang dan jasa yang diperdagangkan di pasar mempunyai nilai tertentu. Dengan menggunakan uang, nilai suatu barang atau jasa dapat diukur atau diperbandingkan dengan nilai barang dan jasa yang lain. Di Indonesia, dasar pengukur nilai barang dan jasa yang diperdagangkan di pasar adalah Rupiah.

2. Sebagai alat tukar menukar (medium of exchange)
Fungsi ini memisahkan antara keputusan membeli oleh pembeli dan menjual oleh penjual. Dengan adanya uang sebagai alat tukar menukar dapat menghilangkan diperlukannnya kesesuain kebutuhan (double coincident of wants) sebelum pertukaran dilakukan seperti dalam barter.

b. Fungsi turunan uang
Fungsi uang sebagai fungsi turunan memiliki 3 fungsi.

1. Sebagai Alat Penimbun atau Penyimpan Kekayaan (store of value).
Kekayaan dalam bentuk uang antara lain, uang tabungan, deposito berjangka dan surat-surat berharga.

2. Sebagai Standar Pembayaran Masa Depan (standar of deffered payment).
Pertukaran barang dan jasa seringkali tidak disertai pembayaran uang oleh pembeli kepada penjual dengan segera. Dengan demikian timbulllah utang, karena pembayaran akan dilakukan dimasa yang akan datang. Apabila seseorang memiliki utang kepada orang lain, maka orang tersebut mempunyai kewajiban untuk membayar kembali pinjaman atau utangnya. dalam hal inilah uang berfungsi sebagai standar pembayaran masa depan.

3. Alat Pengalih Nilai/ Kekayaan. 
Uang dapat berfungsi untuk mengalihkan nilai. Misalnya Ibu Sari oleh PT.NNM dipromosikan untuk menduduki kepala cabang di Manado. Sebelumnya, Ibu Sari telah memiliki rumah di Jakarta. Ibu sari berhasrat memindahkan rumah miliknya tersebut ke Manado. Dia menemukan jalan keluar yaitu dengan menjual rumah di Jakarta dan membeli rumah di Manado. Menurutnya, tidak mungkin memindahkan fisik rumah dari Jakarta ke Manado. Jadi, uang berfungsi sebagai alat pengalih nilai.

PERMINTAAN UANG
Permintaan uang diartikan sebagai kebutuhan masyarakat akan uang tunai. Menurut John Maynard Keynes ada 3 motif yang mempengaruhi permintaan uang tunai oleh masyarakat. Ketiga motif tersebut yaitu:
1.    Motif Transaksi (Transaction motive)
2.    Motif Berjaga-jaga (Precautionary motive)
3.    Motif Spekulasi (Specualtive motive)
Untuk dapat memahami secara lebih mudah tentang ketiga motif tersebut berikut ini akan diuraikan satu persatu.
1. Permintaan uang untuk transaksi (transaction demand). 
Terkait dengan fungsi uang sebagai alat tukar, kita menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa atau untuk membayar tagihan. Permintaan uang untuk transaksi memiliki hubungan positif dengan pendapatan. Jika pendapatan naik, maka permintaan uang untuk keperluan bertransaksi juga meningkat.

2. Permintaan uang untuk berjaga-jaga (precautionary demand). 
Permintaan terhadap uang bisa saja karena orang ingin berjaga-jaga terhadap suatu peristiwa yang tidak dikehendaki seperti sakit, kecelakaan, kebanjiran dan kebakaran. Permintaan uang untuk berjaga-jaga juga memiliki hubungan positif dengan pendapatan.

3. Permintaan uang untuk spekulasi (speculative demand). 
Spekulasi berarti melakukan sesuatu tindakan atas dasar ramalan perubahan nilai harta di masa depan. Jika seorang spekulan meramalkan bahwa harga rumah, nilai saham, atau harga emas akan meningkat dimasa depan, mereka akan membeli rumah, saham, atau emas, dan bukan menyimpan uang. Jadi, dalam hal ini spekulan berharap bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga rumah, saham, atau emas di masa depan. Ini tentu dengan sendirinya mengurangi permintaan uang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang adalah sebagai berikut.
1.    Besar-kecilnya pembelanjaan negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional.
2.    Cepat atau lambatnya laju peredaran uang. Kecepatan peredaran uang dipengaruhi oleh faktor berikut.

 a)  Kebiasaan pembayaran konsumen, apakah tunai atau angsuran, sebab ini akan        berpengaruh terhadap jumlah uang yang diminta pada saat ini atausaat mendatang.

b)  Frekuensi pembayaran pendapatan
c)  Praktik-praktik bank, hal ini berkaitan dengan keluar masuknya uang melalui bank.
d)  Keadaan psikologi masyarakat dalam menggunakan uangnya.
3. Motif-motif masyarakat dalam memiliki uang.


PENAWARAN UANG
Penaran uang lebih populer dinyatakan dengan istilah jumlah uang yang beredar. Dalam laporan data statistik, jumlah uang beredar biasanya dilambangkan dengan huruf M. Dissini ada beberapa definisi yang berbeda mengenai jumlah uang yang beredar tergantung dari tingkat likuiditasnya. Pada umumnya uang beredar didefinisikan sebagai berikut.
·         M1 adalah uang kertas dan logam (kartal) ditambah simpanan dalam bentuk rekening koran (uang giral/demand deposit)
·         M2 adalah M1 + tabungan + deposito berjangka (time deposit) pada bank-bank umum.
·         M3 adalah M2 + tabungan + deposito berjangka pada lembaga-lembaga keuangan bukan bank.
Secara sederhana penawaran uang atau jumlah uang yang beredar terdiri atas uang logam, uang kertas, simpanan giro, deposito berjangka, berbagai macam tabungan, dan rekening valuta asing milik swasta domestik. Penawaran uang dipengaruhi oleh pemerintah dengan berbagai kebijakan yang ditetapkan. Lembaga yang biasanya bertanggungjawab mengatur dan menjalankan kebijakan khususnya kebijakan moneter adalah bank sentral.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang adalah sebagai berikut.
1.    Semakin tinggi tingkat bunga, semakin sedikit jumlah uang yang beredar. Semakin rendah tingkat bunga, semakin banyak jumlah uang yang beredar.
2.    Semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin banyak uang yang beredar karena semakin sering melakukan transaksi.
3.    Semakin banyak (padat) jumlah penduduk, semakin banyak dan semakin cepat uang beredar.
4.    Keadaan geografis di perkotaan lebih cepat dan lebih banyak jumlah uang yang beredar dibanding di pedesaan.
5.    Struktur ekonomi, negara agraris berbeda dengan negara industri, negara industri
6.    peredaran uang lebih cepat dan lebih banyak.
7.    Penguasaan IPTEK penduduk. Iptek negara yang lebih maju lebih banyak dan lebih cepat uang beredar dibandingkan dengan negara yang menerapkan teknologi yang sederhana.
8.    Globalisasi industri di lingkungan dunia usaha. Semakin global dan arus modal ekonomi antarnegara yang semakin meningkat, uang yang beredar juga dipengaruhi oleh transaksi-transaksi internasional dalam hal ini kurs uang mempengaruhi peredaran.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review